
atios.id, Pekanbaru – Asosiasi Teknologi Informasi & Open Source (ATIOS) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif penyelenggaraan Founding Conference of the Global South NGO Platform yang akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 28–29 April 2025. Forum ini menjadi tonggak penting dalam mempererat solidaritas antarorganisasi masyarakat sipil di negara-negara Global Selatan, yang selama ini memainkan peran strategis dalam isu-isu perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, ketahanan sosial, hingga transformasi digital berbasis inklusivitas.
ATIOS, sebagai organisasi teknologi informasi berbasis open source di Indonesia, merasa terhormat mendapatkan undangan resmi untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum bersejarah ini. Kehadiran Ketua Umum ATIOS, Irvannanda, S.Kom, secara langsung di Baku merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam mendukung penguatan jaringan NGO Global South dan mendorong kolaborasi lintas sektor, khususnya di bidang teknologi informasi ramah lingkungan dan pemberdayaan digital komunitas.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan konferensi ini dan menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada ATIOS. Secara khusus, kami juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Azerbaijan yang telah memberikan ruang diplomasi masyarakat sipil bagi negara-negara Global Selatan. Ini merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi dan menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah dan masyarakat sipil di kawasan,” ungkap Irvannanda, S.Kom.
Lebih lanjut, ATIOS meyakini bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan persahabatan antarbangsa. Indonesia dan Azerbaijan memiliki banyak kesamaan nilai, baik dalam hal budaya yang menghargai keragaman, demokrasi yang terus diperkuat, maupun nilai-nilai spiritual yang hidup harmonis di tengah masyarakat. Keduanya adalah bangsa yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati warisan leluhur, dan menempatkan perdamaian serta pembangunan berkelanjutan sebagai prioritas nasional.
“Kedekatan nilai budaya, demokrasi, dan spiritual antara Indonesia dan Azerbaijan menjadi fondasi kuat untuk membangun hubungan yang lebih erat di masa depan, khususnya antar LSM di kedua negara. Kami berharap forum ini dapat menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antarorganisasi masyarakat sipil Indonesia dengan mitra-mitra di Azerbaijan, serta dengan komunitas Global South secara luas,” tambah Irvannanda.
Selain menghadiri sesi pleno konferensi, ATIOS juga akan menggelar beberapa pertemuan bilateral dengan NGO di bidang teknologi dan lingkungan dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin, guna menjajaki peluang kerja sama program digital berbasis open source untuk mitigasi perubahan iklim dan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.
Kehadiran ATIOS dalam konferensi ini juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mendorong diplomasi masyarakat sipil dan penguatan peran organisasi berbasis teknologi dalam agenda pembangunan global. (PA/FDLN)


