
atios.id, Baku – Dunia tengah menyaksikan langkah besar dalam penguatan peran masyarakat sipil global dengan digelarnya Global South NGO Platform Founding Conference pada 28–29 April 2025 di Baku, Azerbaijan. Forum ini menghadirkan lebih dari 500 organisasi non-pemerintah dari hampir 100 negara yang berasal dari kawasan Global South — sebuah gerakan yang bertujuan mendorong kesetaraan, solidaritas, dan keberdayaan negara-negara berkembang dalam tatanan global.
Global South NGO Platform dibentuk sebagai wadah kerja sama strategis antara NGO untuk menyuarakan isu-isu penting seperti perubahan iklim, keadilan sosial, pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, dan tata kelola global yang inklusif.
Salah satu organisasi dari Indonesia yang diundang untuk berpartisipasi dalam momen bersejarah ini adalah ATIOS (Asosiasi Teknologi Informasi & Open Source). Undangan ini merupakan pengakuan atas kontribusi ATIOS dalam mendorong inovasi teknologi terbuka, literasi digital, serta penguatan kapasitas digital masyarakat Indonesia.
Ketua Umum ATIOS, Irvannanda, S.Kom, akan hadir secara langsung sebagai perwakilan Indonesia dan Asia Tenggara. ATIOS membawa visi besar untuk memperkuat peran teknologi terbuka dan transformasi digital sebagai pilar pembangunan berkelanjutan, sekaligus menjalin kolaborasi internasional dalam memperluas dampak sosial teknologi informasi.
“Ini adalah momentum strategis untuk menyuarakan semangat keterbukaan teknologi dan literasi digital sebagai hak dasar semua warga global, khususnya dari negara-negara berkembang,” ujar Irvannanda.
Melalui partisipasi ini, ATIOS membuka ruang kerja sama antarorganisasi, peluang penguatan jaringan global, serta memperkenalkan inisiatif teknologi terbuka dari Indonesia kepada dunia. (PA/FDLN)


