
atios.id, Baku – Irvannanda, Ketua Umum Asosiasi Teknologi Informasi & Open Source (ATIOS), menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional Global South NGO Platform (29/4/2025) yang diselenggarakan di kota Baku, Azerbaijan. Dalam sesi panel bergengsi di Baku Convention Center tersebut bertajuk “Bridging Borders: D8 Collaboration for a Prosperous Future”, Irvannanda menyampaikan paparan dengan tema “Connecting Global South NGOs: Harnessing Technology for Collaboration and Collective Advancement”.
Forum ini mempertemukan ratusan perwakilan dari organisasi non-pemerintah (NGO), lembaga riset, institusi pembangunan, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara di kawasan Global South — istilah yang merujuk pada negara-negara berkembang di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania yang memiliki tantangan dan peluang pembangunan yang relatif serupa. Tujuan utama dari Global South NGO Platform adalah menciptakan ruang dialog strategis dan kemitraan lintas batas, khususnya dalam merespons isu-isu global seperti perubahan iklim, ketimpangan digital, pemberdayaan komunitas, dan keadilan ekonomi.
Panel “Bridging Borders” sendiri berfokus pada kerja sama antar negara anggota Developing Eight (D-8), sebuah organisasi ekonomi internasional yang beranggotakan delapan negara mayoritas Muslim: Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. D-8 bertujuan untuk memperkuat posisi negara-negara anggotanya dalam tatanan ekonomi global melalui kerja sama pembangunan yang inklusif, produktif, dan berbasis solidaritas Selatan-Selatan.

Dalam sesi ini, Irvannanda menekankan pentingnya peran teknologi – khususnya teknologi terbuka, platform digital kolaboratif, dan sistem informasi terdistribusi – sebagai infrastruktur strategis yang dapat memperkuat jejaring NGO lintas negara. Ia menguraikan bagaimana transformasi digital yang berakar pada prinsip keterbukaan dan kedaulatan data dapat memungkinkan NGO untuk saling berbagi sumber daya, menyelaraskan strategi kerja, dan mempercepat aksi bersama secara terukur dan berkelanjutan.
“Di tengah tantangan global yang kompleks, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas negara bukan hanya idealisme, melainkan keharusan. Teknologi memberi kita peluang untuk memperpendek jarak, menyatukan visi, dan memperbesar dampak. Bagi NGO di Global South, ini adalah saat yang tepat untuk bersatu, membangun ekosistem digital sendiri, dan memperjuangkan narasi pembangunan yang berpihak pada komunitas,” jelas Irvannanda dalam pemaparannya.
Irvannanda juga menekankan pentingnya membangun trust infrastructure antar organisasi melalui platform teknologi yang terbuka, transparan, dan dapat diakses bersama. Ia mengajak para NGO dari negara D-8 dan kawasan Global South untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi berbasis komunitas dan menjadikan open source sebagai fondasi bagi transformasi digital yang inklusif dan berkeadilan.
Kehadiran Irvannanda dan ATIOS dalam forum ini mencerminkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi pembangunan berbasis masyarakat sipil dan teknologi. Sebagai organisasi yang fokus pada teknologi terbuka dan transformasi digital inklusif, ATIOS menegaskan komitmennya untuk membangun jembatan kolaborasi antara aktor-aktor NGO di tingkat regional dan global.

Selain menjadi pembicara, Irvannanda juga melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan berbagai NGO dan perwakilan institusi dari Turki, Nigeria, dan Bangladesh untuk menjajaki peluang kemitraan dalam proyek literasi digital, pengembangan platform kolaboratif, dan advokasi kebijakan teknologi berkelanjutan. Dalam paparannya Irvannanda juga menawarkan kerja sama dukungan dari ATIOS untuk pembuatan online web profil NGO yang tergabung di Global South NGO Platform.
Tentang Global South NGO Platform
Global South NGO Platform adalah forum multilateral yang diselenggarakan untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar NGO dari negara-negara berkembang. Forum ini bertujuan mendorong pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta sinergi lintas sektor dalam merespons isu-isu pembangunan global dengan pendekatan yang kontekstual dan berbasis kebutuhan lokal.
Tentang D-8 (Developing Eight Organization for Economic Cooperation)
D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi antar delapan negara berkembang yang bertujuan meningkatkan posisi anggotanya dalam ekonomi global, mendorong diversifikasi perdagangan, dan memperluas jejaring kerja sama pembangunan. Didirikan pada tahun 1997, D-8 menjadi salah satu simbol solidaritas Selatan-Selatan yang semakin relevan dalam geopolitik dan geoekonomi kontemporer.
Tentang ATIOS
Asosiasi Teknologi Informasi & Open Source (ATIOS) adalah organisasi yang berkomitmen terhadap pengembangan dan pemanfaatan teknologi terbuka untuk transformasi digital yang berkeadilan. ATIOS bekerja lintas sektor untuk mendorong literasi digital, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan teknologi, serta kolaborasi global dalam bidang teknologi informasi yang berpihak pada kepentingan publik. (PA/FDLN)


